You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Logo Desa Siman
Logo Desa Siman
Siman

Kec. Sekaran, Kab. Lamongan, Provinsi Jawa Timur

Sejarah Desa

QOMARUDIN SALIM 01 Januari 2021 Dibaca 749 Kali

Desa 

SEJARAH DESA SIMAN

      Pada zaman dahulu kala sebelum terbentuk sebuah desa, ada sekelompok orang yang hidupnya selalu berpindah-pindah mencari ladang atau garapan disuatu tempat ketempat  lainnya yang hasilnya dibuat untuk kehidupan sehari-hari. Pada suatu hari tepatnya hari Jum’at ada seorang laki-laki dari sekelompok itu tak lain beliau bernama ”GARIM ” yang mempunyai keinginan membentuk sebuah pemukiman tetap, seketika itu pula ia mengumpulkan masyarakat tersebut untuk diajak berembuk dalam menggagas ide tersebut. Tak lama kemudian mendapat suatu kesepakatan sebuah nama Dusun yaitu ” DESA SIMAN ”.     

Nama ini mempunyai dua arti yaitu :

-SIMAN ( Isinya Iman ) yang berarti sejelek-jeleknya atau sejahat-jahatnya tingkah laku atau perbuatan manusia ( Warga Siman ) masih mempunyai pondasi yang kuat yaitu IMAN, masih ingat terhadap ajaran Ulama dan Kyai.

 -SIMAN (Kusi – Eman) yang berarti masyarakat yang hidup sederhana, berkecukupan, irit, hemat tidak suka foya-foya yang bersipat pemborosan.

Sejak saat itu kehidupan masyarakat semakin meningkat dalam bidang apapun terutama bidang ekonomi, Peradaban manusianya semakin maju dan mulai mengenal organisasi.

Sejarah Pemerintahan Desa

Desa Siman merupakan desa mayoritas penduduk tergolong miskin dengan mata pencaharian mayoritas sebagai petani

Adapun silsilah atau urutan pemerintahan yang berlangsung selama ini adalah sebagai berikut :   

TAHUN MENJABAT

NAMA PEJABAT

HASIL PEMBANGUNAN

1900  an

GARIM

Babat hutan untuk  tempat tinggal dan mempersatukan  desa Siman

1917  an

SENTONO

Merancang jalan jalan desa dan masih melanjutkan babat hutan

1917 – 1926

SAEMAN

Memperbaiki jalan jalan desa

1926 – 1932

NALIRAN

1.Memperbaiki jalan desa

1932 – 1959

MUHAMMAD RAYIN

1 Saluran Irigasi

1959 – 1989

H. SAMSUL HADI

1.Perbaikan  Jalan  lingkungan

    Desa

2.Pembangunan jalan poros

    Desa

3.Pembuatan Balai Desa

4. Membangun bok air

1989 – 1999

SUMINTO Sag

1. Buat Balai Desa

2.Membangun SD/TK

3.Membangun Pagar Kuburan

4.Membangun bok pembagi

   Air persawahan.

5.Mengaspal  jalan poros desa

6.Membangun Drainase

   lingkungan

7.Membangun jaringan air

    Bersih

1999 – 2007

IR. MUCHTAR

1. Rehab Jl lingkungan

2.Normalisasi kali

3.Membangun Pasar

4.Membuat Gapura Desa

5.Mengaspal  jalan poros desa

6.Membangun Drainase lingkungan

7.Membangun jaringan air

    Bersih/PDAM

8 Pasang lampu jln poros ds

2007 – 2013

USMAN

1. Hot mix jl poros desa

2.Normalisasi kali

3.Rehab Pasar

4.Rehab Balai Desa

5.Rehab kantor desa

6.Plensengan

7.Rehab SD

8 Membangun Posyandu

2013 – 2019

MUJAIDI

1. Hot mix jl poros desa

2.Hot mix Jl etan

3.Paving Rt 2 dan RT 01

2019-2025

Shodikun

1.      Lapangan Kratmat

2.      Gedung Serbaguna

3.      Taman Desa Siman

4.      Jl. Rabta Beton

5.      Jl. Pafing RT 01 dan 10

Dari kesebelas pemimpin tersebut diatas semua mempunyai garis keturunan dari Garim kecuali dua orang yaitu H. Suminto dan Ir. Muchtar.  Disamping itu desa Siman juga mempunyai tempat yang bernilai sejarah yaitu Pondok Pesantren, pada tahun 1942 Bapak Kh. Abdul Fattah Bin Muhammad Ro’is mendirikan sebuah pondok pesantren AL FATTAH, selain sebagai tempat menuntut ilmu, pondok pesantren ini juga tempat membentuk putra – putri terbaik bangsa dan juga sebagai tempat berkumpulnya para pejuang bangsa.

Pada tahun 1949 belanda masuk desa Siman mencari tentara dan pejuang Indonesia yang bersembunyi di desa Siman. Bahkan saat itu rumah kepala desa Siman di bakar habis oleh belanda. Setelah mengetahui hal tersebut  para pejuang Hisbullah yang berkumpul di pondok pesantren Al Fattah  menyusun siasat untuk melawan Belanda.

Pada tahun itu pula pengasuh pondok pesantren  Al Fattah dengan terpaksa mengasingkan diri , pergi meninggalkan pesantren dan keluarganya, keluar dari desa siman  untuk bersembunyi . Karena pada waktu itu belanda juga mencari para Ulama dan tokoh-tokoh masyarakat untuk di tangkap dan disiksa lalu dibunuh , dan pada tahun itu pula terjadi pertempuran antara pejuang Hisbullah dengan tentara Belanda yang menyebabkan 2 orang pejuang yang gagah berani gugur dalam medan pertempuran  yaitu :

  1. Kasbolah Putra dari bapak kepala desa pada saat itu ( M. Rayin )
  2. Ngasijan

Keduanya tertembak di desa karang dan gugur sebagai pahlawan kusuma bangsa, keduanya dulu di makamkan di kuburan utara dan kemudian di pindah ke kuburan pahlawan Lamongan . Mulai saat itu desa siman mulai berangsur-angsur  aman dan terkendali sampai saat ini  ” MERDEKA ”

Demikian kisah sejarah ini kami susun, tetapi semua cerita ini tak selengkap yang terjadi. Dikarena akan keterbatasan sumber cerita. Bilamana ada kekurangan kami penyusun mohon maaf yang sebsar-besarnya. Kritik dan saran kami harapkan untuk melengkapi cerita tersebut.

           

Sumber cerita :

  1. Bpk. H. Sahad
  2. Bpk.Qomari
  3. Bpk. Drs.KH. Agus Abdul Madjid Fattah.
Bagikan Artikel Ini
Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBDes 2026 Pelaksanaan

Pendapatan
Rp 0,00 Rp 634.204.308,00
0%

APBDes 2026 Pendapatan

Hasil Usaha Desa
Rp 0,00 Rp 3.000.000,00
0%
Hasil Aset Desa
Rp 0,00 Rp 54.000.000,00
0%
Dana Desa
Rp 0,00 Rp 248.171.000,00
0%
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi
Rp 0,00 Rp 47.031.800,00
0%
Alokasi Dana Desa
Rp 0,00 Rp 281.001.508,00
0%
Bantuan Keuangan Kabupaten/Kota
Rp 0,00 Rp 1.000.000,00
0%

APBDes 2026 Pembelanjaan