SEJARAH DESA SIMAN
Pada zaman dahulu kala sebelum terbentuk sebuah desa, ada sekelompok orang yang hidupnya selalu berpindah-pindah mencari ladang atau garapan disuatu tempat ketempat lainnya yang hasilnya dibuat untuk kehidupan sehari-hari. Pada suatu hari tepatnya hari Jum’at ada seorang laki-laki dari sekelompok itu tak lain beliau bernama ”GARIM ” yang mempunyai keinginan membentuk sebuah pemukiman tetap, seketika itu pula ia mengumpulkan masyarakat tersebut untuk diajak berembuk dalam menggagas ide tersebut. Tak lama kemudian mendapat suatu kesepakatan sebuah nama Dusun yaitu ” DESA SIMAN ”.
Nama ini mempunyai dua arti yaitu :
-SIMAN ( Isinya Iman ) yang berarti sejelek-jeleknya atau sejahat-jahatnya tingkah laku atau perbuatan manusia ( Warga Siman ) masih mempunyai pondasi yang kuat yaitu IMAN, masih ingat terhadap ajaran Ulama dan Kyai.
-SIMAN (Kusi – Eman) yang berarti masyarakat yang hidup sederhana, berkecukupan, irit, hemat tidak suka foya-foya yang bersipat pemborosan.
Sejak saat itu kehidupan masyarakat semakin meningkat dalam bidang apapun terutama bidang ekonomi, Peradaban manusianya semakin maju dan mulai mengenal organisasi.
Sejarah Pemerintahan Desa
Desa Siman merupakan desa mayoritas penduduk tergolong miskin dengan mata pencaharian mayoritas sebagai petani
Adapun silsilah atau urutan pemerintahan yang berlangsung selama ini adalah sebagai berikut :
|
TAHUN MENJABAT |
NAMA PEJABAT |
HASIL PEMBANGUNAN |
|
1900 an |
GARIM |
Babat hutan untuk tempat tinggal dan mempersatukan desa Siman |
|
1917 an |
SENTONO |
Merancang jalan jalan desa dan masih melanjutkan babat hutan |
|
1917 – 1926 |
SAEMAN |
Memperbaiki jalan jalan desa |
|
1926 – 1932 |
NALIRAN |
1.Memperbaiki jalan desa |
|
1932 – 1959 |
MUHAMMAD RAYIN |
1 Saluran Irigasi |
|
1959 – 1989 |
H. SAMSUL HADI |
1.Perbaikan Jalan lingkungan Desa 2.Pembangunan jalan poros Desa 3.Pembuatan Balai Desa 4. Membangun bok air |
|
1989 – 1999 |
SUMINTO Sag |
1. Buat Balai Desa 2.Membangun SD/TK 3.Membangun Pagar Kuburan 4.Membangun bok pembagi Air persawahan. 5.Mengaspal jalan poros desa 6.Membangun Drainase lingkungan 7.Membangun jaringan air Bersih |
|
1999 – 2007 |
IR. MUCHTAR |
1. Rehab Jl lingkungan 2.Normalisasi kali 3.Membangun Pasar 4.Membuat Gapura Desa 5.Mengaspal jalan poros desa 6.Membangun Drainase lingkungan 7.Membangun jaringan air Bersih/PDAM 8 Pasang lampu jln poros ds |
|
2007 – 2013 |
USMAN |
1. Hot mix jl poros desa 2.Normalisasi kali 3.Rehab Pasar 4.Rehab Balai Desa 5.Rehab kantor desa 6.Plensengan 7.Rehab SD 8 Membangun Posyandu |
|
2013 – 2019 |
MUJAIDI |
1. Hot mix jl poros desa 2.Hot mix Jl etan 3.Paving Rt 2 dan RT 01 |
|
2019-2025 |
Shodikun |
1. Lapangan Kratmat 2. Gedung Serbaguna 3. Taman Desa Siman 4. Jl. Rabta Beton 5. Jl. Pafing RT 01 dan 10 |
Dari kesebelas pemimpin tersebut diatas semua mempunyai garis keturunan dari Garim kecuali dua orang yaitu H. Suminto dan Ir. Muchtar. Disamping itu desa Siman juga mempunyai tempat yang bernilai sejarah yaitu Pondok Pesantren, pada tahun 1942 Bapak Kh. Abdul Fattah Bin Muhammad Ro’is mendirikan sebuah pondok pesantren AL FATTAH, selain sebagai tempat menuntut ilmu, pondok pesantren ini juga tempat membentuk putra – putri terbaik bangsa dan juga sebagai tempat berkumpulnya para pejuang bangsa.
Pada tahun 1949 belanda masuk desa Siman mencari tentara dan pejuang Indonesia yang bersembunyi di desa Siman. Bahkan saat itu rumah kepala desa Siman di bakar habis oleh belanda. Setelah mengetahui hal tersebut para pejuang Hisbullah yang berkumpul di pondok pesantren Al Fattah menyusun siasat untuk melawan Belanda.
Pada tahun itu pula pengasuh pondok pesantren Al Fattah dengan terpaksa mengasingkan diri , pergi meninggalkan pesantren dan keluarganya, keluar dari desa siman untuk bersembunyi . Karena pada waktu itu belanda juga mencari para Ulama dan tokoh-tokoh masyarakat untuk di tangkap dan disiksa lalu dibunuh , dan pada tahun itu pula terjadi pertempuran antara pejuang Hisbullah dengan tentara Belanda yang menyebabkan 2 orang pejuang yang gagah berani gugur dalam medan pertempuran yaitu :
- Kasbolah Putra dari bapak kepala desa pada saat itu ( M. Rayin )
- Ngasijan
Keduanya tertembak di desa karang dan gugur sebagai pahlawan kusuma bangsa, keduanya dulu di makamkan di kuburan utara dan kemudian di pindah ke kuburan pahlawan Lamongan . Mulai saat itu desa siman mulai berangsur-angsur aman dan terkendali sampai saat ini ” MERDEKA ”
Demikian kisah sejarah ini kami susun, tetapi semua cerita ini tak selengkap yang terjadi. Dikarena akan keterbatasan sumber cerita. Bilamana ada kekurangan kami penyusun mohon maaf yang sebsar-besarnya. Kritik dan saran kami harapkan untuk melengkapi cerita tersebut.
Sumber cerita :
- Bpk. H. Sahad
- Bpk.Qomari
- Bpk. Drs.KH. Agus Abdul Madjid Fattah.